DISKUSI MEDIASI & NEGOSIASI

Mediasi adalah intervensi negosiasi atau sebuah perselisihan dengan menggunakan pihak ketiga dimana pihak tersebut memiliki keterbatasan atau tidak memiliki kekuasaan dalam membuat keputusan, tetapi pihak tersebut memberikan bantuan secara sukarela pada pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan aatau mencapai resolusi persoalan. sehingga meminimalkan biaya dan gangguan psikologis. mediasi pada dasarnya adalah sebuah dialog atau negosiasi dengan melibatkan pihak ketiga.

Negosiasi dilaksanakan ketika kedua pihak:

1. saling bergantung dan harus bergantung pada kerjasama satu dengan yang lain untuk mendapatkan tujuan atau memenuhi kepentingan mereka

2. mampu untuk saling mempengaruhi dan untuk mengusahakan atau mencegah tindakan yang dapat menyebabkan kerugian.

3. ditekankan oleh deadline dan keterbatasan waktu dan share motivasi pada tahap awal perjumpaan.

4. sadar bahwa berbagai alternatif untuk sebuah penyelesaian negosiasi tidak muncul seperti pada tahap tawar-menawar dimana mereka dapat mencapai apa yang mereka inginkan dengan cara mereka sendiri.

5. mampu untuk mengidentifikasi pihak-pihak penting utama dan memasukkan mereka dalam proses pemecahan masalah.

6. mampu untuk mengidentifikasi dan menyetujui pada isu (pokok) persoalan yang dipertentangkan.

7. di dalam suatu situasi dimana kepentingan-kepentingan mereka tidak sepenuhnya bertentangan.

8. dipengaruhi oleh keterbatasan faktor eksternal, seperti keputusan yudisial yang tidak terduga, biaya, dll

Mediator dibutuhkan jika:

1. Emosi pihak-pihak yang bertikai meningkat

2. komunikasi di antar pihak-pihak yg terlibat buruk, baik kuantitas ataupun kualitas dan mereka tidak dapat merubah situasi dengan usaha mereka sendiri.

3. kesalahan persepsi atau stereotype

4. tindak-tanduk negatif yang dilakukan berulang-ulang.

5. terdapat ketidaksetujuan serius yang melebihi pengumpulan data dan informasi.

6. terdapat penggandaan pokok-pokok permasalahan yang dipertentangkan

7. terdapat banyak kepentingan yang bertentangan dimana pihak-pihak tersebut menemui kesulitan dan rekonsiliasi

8. pihak-pihak yang bertikai tidak memiliki prosedur negosiassi, menggunakan prosedur yang salah atau tidak menggunakan prosedur untuk mendapatkan keuntungan terbaik.

9. tidak terdapat struktur yang dapat diterima atau tidak ada forum untuk negosiasi.

10. pihak-pihak yang bertikai mengalami kesulitan memulai negosiasi atau sudah mencapai jalan buntun.

Peran Mediator:

1. membuka saluran komunikasi yang memiliki inisiatif komunikasi atau memfasilitasi komunikasi menjadi lebih baik jika pihak-pihak sudah terlanjur melakukan komunikasi.

2. pengesahan yang membantu semua pihak mengenali hak-hak mereka.

3. fasilitator yang menyediakan sebuah prosedur dan seringkali secara formal sebagai ketua sesi negosiasi

4. pelatih yang mendidik negosiator baru, tidak berpengalaman, atau tidak siap dalam proses tawar-menawar.

5. memberikan banyak akal, yakni yang menyediakan bantuan prosedur pada pihak-pihak yang bertikai dan menghubungkan mereka dengan ahi-ahli di luar dan sumber-sumber lainnya yang memungkinkan untuk memperluas pilihan-pilihan (opsi) penyelesain pertikaian.

6. penjelajah problem yang memungkinkan pihak-pihak yang bertikai untuk memeriksa sebuah problem dari berbagai sudut pandang, membantu dalam memberikan definisi dasar berbagai pokok persoalan dan kepentingan, dan mencari opsi yang menguntungkan kedua belah pihak.

7. Agen realiti yang membantu membangun sebuah penyelesaian yang dapat diimplementasikan dan berbagai pertanyaan dan tantangan pihak-pihak yang memiliki tujuan ekstrem dan tidak realistis.

8. Scapgoat yang memungkinkan mengambil beberapa tanggung jawab.

9. pemimpin yang mengambil inisiatif untuk bergerak begosiasi maju ke depan dengan menggunakan saran-saran prosedural.

Kemungkinan Hasil:

a) kalah – menang, hasil terjadi saat: satu pihak memiliki kekuasaan yang besar sekali, tidak terlalu mementingkan hubungan baik kedepannya, taruhan untuk kemenangan tinggi, satu pihak benar-benar asertif dan pihak lainnya yang bertikai tidak bergantung pada kerjasama mutual (saling menguntungkan), satu atau lebih pihak tidak kooperatif dan tidak bersedia untuk mengikutsertakan kooperatif pemecahan masalah.

b) Jalan buntu, terjadi saat: kedua belah pihak memilih untuk menghindari konflik dengan berbagai alasan. kedua belah pihak memiliki cukup kekuasaan untuk memaksa pokok-pokok persoalan. kurangnya kepercayaan, buruknya komunikasi, emosi yang ekspresif atau ketidakcukupan proses resolusi. taruhan untuk kemenangan rendah atau kedua belah pihak tidak perdulu pada perselisihan. kepentingan kedua belah pihak tidak saling berhubungan. satu atau lebih pihak tidak kooperatif.

c) Kompromi, terjadi saat: kedua belah pihak tidak memiliki cukup kekuasaan untuk menang secara penuh. kedua belah pihak bersikap komunikasi asertif. kepentingan kedua belah pihak saling bergantung. kedua belah pihak memiliki waktu ekstra untuk kooperatif dan tawar-menawar.

d) Menang – menang, hasil terjadi saat: kedua belah pihak tidak menggunakan pertarungan kekuasaan. mementingkan hubungan baik ke depannya. kedua belah pihak adalah pemecah/penyelesai masalah yang asertif. kepentingan (interest) kedua belah pihak benar-benar saling bergantung. kedua belah pihak bebas untuk berkooperatif dan untuk bergabung dalam memecahkan masalah.

LANGKAH GERAK MEDIATOR

1. membina hubungan dengan pihak-pihak yang bertikai, membuat kontak awal dengan mereka, membangun kredibelitas, mendidik mereka tentang proses mediasi, meningkatkan komitmen para prosedur.

2. memilih sebuah strategi untuk pedoman mediasi, membantu mereka untuk mengakses berbagai pendekatan, membantu mereka untuk memilih salah satu pendekatan, mengkoordinasikan berbagai pendekatan tersebut pada mereka.

3. mengumpulkan dan menganalisis latar belakang informasi, mengumpulkan dan menganalisis data relevan tentang orang-orang yang terlibat, secara dinamis dan berorientasi pada isi konflik, melakukan verifikasi dan keakurasian data, meminimalkan dampak ketidak-akuratan atau ketidaktersediaan data.

4. mendesain sebuah detail rencan untuk mediasi, mengidentifikasikan berbagai strategi dan konsekuensi gerak yang akan memungkinkan mereka untuk bergerak ke depan pada persetujuan, mengidentifikasi gerak langkah untuk merespons situasi ganjil pertikaian.

5. membangun kepercayaan dan kooperatif, mengatasi emosi kuat, memastikan persepsi dan meminimalkan efek stereotype, membangun legitimasi pengenalan dari pihak-pihak yang terlibat dan pokok-pokok persoalan, membangun kepercayaan, mengklarifikasi komunikasi.

6. memulai sesi mediasi, membuka negosiasi, menciptakan nada pembuka positif, membangun peraturan dasar dan pedoman berperilaku, membantu pihak-pihak yang terlibat dalam melepaskan emosi, membatasi area topik dan pokok-pokok persoalan diskusi, membantu mereka dalam mengeksplorasi komitmen dan pengaruh.

7. mendefinisikan pokok-pokok persoalan dan menset sebuah agenda mengidentifikasi area topik umum yang menjadi perhatian mereka , mendapat persetujuan pada pokok-pokok persoalan yang akan didiskusikan, menetukan tahap-tahapan untuk mengahndel pokok-pokok persoalan.

8. tidak menutupi kepentingan terselubung dari pihak-pihak yang bertikai, mengidentifikasi substansi, prosedur dan kepentingan psikologi dari mereka, mendidik mereka mengenai kepentingan mereka masing-masing.

9. menjeneralisasikan berbagai opsi untuk penyelesaian pertikaian , mengembangkan sebuah kesadaran di antara mereka, menjeneralisasikan berbagai opsi dengan menggunakan posisional dan kepentingan dasar tawar menawar.

10. mengakses berbagai opsi untuk resolusi atau penyelesaian mereview kepentingan dari masing-masing pihak yang terlibat, mengakses bagaimana kepentingan tersebut dapat dipertemukan dengan berbagai opsi yang ada.

11. final tawar-menawar, mencepakati kesepakatan melalui tindakan bertemu di satu tempat, mencapai kesepakatan melalui penciptaan alat-alat (definis) prosedural

12. mendapatkan sebuah resolusi atau penyelesaian formal, mengidentifikasikan berbagai langkah prosedural untuk mengoperaikan persetujuan, membuat sebuah evaluasi dan memonitor prosedur, memformalkan resolusi atau penyelesaian tersebut dan menciptakan sebuah mekanisme pelaksanaan dan komitmen.

Negosiasi adalah cara yang sangat efektif untuk mendapatkan apa yang kita kehendaki. negosiasi dilakukan untuk memperoleh kesepakatan dan menyelesaikan perbedaan untuk kepentingan diri sendiri. sebab dalam bernegosiasi, pihak-pihak yang terlibat mempunyai kepentingan yang sama tapi sekaligus juga bertentangan. dan justru inilah yang menyebabkan perlu adanya suatu negosiasi.

proses negosiasi terdiri dari langkah-langkah berikut:

1. mempersiapkan diri dengan cara (a) menetapkan dan memprioritaskan sasaran yang akan dicapai (b) melis isu-isu, (c) menentukan konsesi yang dapat diberikan dan konsesi yang diperlukan, (d) mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, dan (e) merencanakan strategi serta taktik yang menunjang keberhasilan proses negosiasi yang akan dilakukan.

2. menjajaki kebutuhan yaitu (a) menjelaskan kebutuhan sendiri dan kebutuhan pihak yang diajak bernegosiasi, (b) membina hubungan bak untuk mempertemukan perbedaan visi bisnis untuk memperoleh kesepakatan yang menguntungkan dua belah pihak, (c) menjelaskan posisi masing-masing dalam bernegosiasi, kelemahan dan keunggulan serta manfaat yang akan diperoleh masing-masing dari konsensus yang akan dicapai dalam bernegosiasi.

3. menentukan momen kegiatan yang mencakup (a) kesiapan untuk mengambil keputusan, dan (b) kesiapan untuk menerima dan mengkoreksi hasil negosiasi.

5 thoughts on “DISKUSI MEDIASI & NEGOSIASI

    1. mediasi itu kan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam kelompok..
      faktanya memang banyak mediasi yg menemui jalan buntu, dan biasanya berakhir di jalur meja hijau..
      tp selalu di upayakan pada saat mediasi menemukan pemecahan permasalahan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s