Tinjau Ulang Tayangan Televisi

Awalnya sekitar 5 tahunan yang lalu, acara yang berhubungan dengan “tembak-menembak” cowok atau pun cewek yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi yang cukup terkenal “Katakan Cinta”. Banyak yang suka menonton acara yang satu ini, mungkin masih dianggap baru, bersifat realita, dan anak muda “banget”. Ratingnya cukup tinggi pada saat itu. Waktu itu saya masih duduk di kelas 1 SMA. Para remaja cukup banyak yang menggandrungi aacara yang satu ini, hingga mereka juga banyak yang berminat untuk ikut dalam acara tersebut untuk menjadi salah satu pesertanya.

Acara ini banyak dilirik oleh stasiun televisi yang lain dan acara sejenis pun mulai menjamur di berbagai televisi. Dengan kasus yang hampir sama, tapi dengan konsep yang berbeda, dari kontak jodoh, backstreet, dan serentetan acara lain yang berhubungan dengan “asam-manis cinta”…hahahaha…ya itulah anak muda jaman sekarang. Televisi semakin pintar dalam membidik pasar mereka.

Acara yang bertemakan “cinta” merambah ke tema “kehidupan sosial” awalnya acara “T” di T  TV dan acara itu juga banyak di adopsi oleh stasiun televisi lain. Ada yang “fakta” ada juga yang “bohongan”. Terkadang cukup menarik menyaksikan acara tersebut. Tapi melihat fenomena sosial yang ditayangkan oleh acara tersebut saya merasa heran dan aneh.

Apakah kehidupan pribadi kini menjadi hak umum?? Apakah rasa malu masyarakat Indonesia telah berkurang? Norma-norma dalam masyarakat memang telah bergeser. Memang ada juga acara yang cukup mendidik, tapi banyak juga acara yang membuat image sesuatu ataupun seseorang menjadi jelek. Apakah stasiun televisi punya solusi untuk itu? Ataukah televisi memang ingin menayangkan hal yang positif tapi salah penafsiran pada penontonnya? Ya, seperti yang saya alami, tiap orang punya persepsi masing-masing bukan! Tapi adakah persepsi general saat menonton acara tersebut? Yang ditakutkan adalah persepsi negatif, apalagi pergeseran nilai ke arah yang tidak diingikan. Adakah solusi yang ditawarkan oleh stasiun-stasiun televisi yang menayangkan acara-acara tersebut, apabila ada dampak negatif yang ditimbulkan?karena itu tidak menutup kemungkinan. Apalagi televisi adalah media masssa yang paling ampuh dalam mempengaruhi orang banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s