Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion = FGD)

diskorah/sesi kelompok eksploratori adalah suatu teknik studi kualitatif yang sering digunakan dalam studi ilmu-ilmu sosial. suatu pertemuan kelompok terarah adalah suatu diskusi di mana suatu kelompok kecil informan (8 sampai 10 orang) yang dibimbing oleh seorang fasilitator atau moderator, berbicara secara bebas dan spontan tentang tema-tema yang dipandang penting untuk dikaji. partisipan dipilih dan suatu kelompok sasaran yang opini dan gagasannya menjadi bahan kajian.

Teknik manajemen diskorah:

  1. Klarifikasi: setelah seorang partisipan menjawab suatu pertanyaan, fasilitator dapat mengulanginya dalam bentuk pertanyaan untuk klarifikasi atau mendorong diskusi selanjutnya. Contohnya, “dapatkah ibu menceritakan keppada saya tentang…?”
  2. Subsititusi: suatu pertanyaan dapat diseu ulang dengan menggunakan kata-kata yang berbeda, tapi tanpa mengubah makna aslinya. Fasilitator harus yakin bahwa cara pertanyaan yang diformulasikan tidak mengarahkan jawaban. Contohnya, “jika orang yang tidak dapat makan 3 kali sehari, apakah disebut miskin? “
  3. Reorientasi: untuk menjaga diskusi hidup dan menarik, suatu teknik reorientasi akan efektif. Fasilitator dapat memanfaatkan respons atau komen seorang partisipan untuk memulai pertanyaan kepada orang lain. Contoh, ibu A, anda tadi menyatakan bahwa pendapatan penduduk disini dapat ditingkatkan jika ada bantuan modal usaha. Dan kamu, ibu B, berapa banyak kira-kira moda usaha yang diperlukan itu?
  4. Ahli: dianjurkan agar “spesialis” atau “pakar”  tidak hadir dala DISKORAH, kecuali pertemuan itu direncanakan secara khusus atau melibatkan partisipasi mereka. Namun demikian, jika kedatangan mereka tidak dapat dihindari , jelaskan sebelum pertemuan bahwa cara terbaik bagi mereka untuk berkontribusi adalah dengan cara menyimak pembicaraan selama diskusi dan kemudian berbagai gagasan dan kesimpulan dengan fasilitator setelah pertemuan
  5. Dominasi partisipan: apabila kelompok memiliki partisipan yang dominan, fasilitator harus mencoba mendorong kontribusi lebih banyak dari yang lain, mungkin juga mengubah bahan pembicaraan dan menghindari kontak mata dengan partisipan yang dominan dalam rangka untuk membatasinya berbicara. Jika semuanya gagal, fasilitator secara sopan memohon agar yang lain berbicara
  6. Partisipan yang tidak tertarik: untuk mendorong partisipan yang pendiamuntuk lebih berkontribusi dalam diskusi.
  7. Teknik tambahan: suatu cara yang efektif untuk memperoleh partisipasi kelompok yang maksimum adalah fasilitator menuliskan jenis-jenis informasi yang dibutuhkan dan jelaskan kebutuhannya untuk kelompok. Partisipan akan merasa berguna dan akan menyadar nilai pengalaman pribadinya. Juga dapat menggunakan photo atau gambar untuk menstimuli diskusi.
About these ads

One thought on “Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion = FGD)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s