Kelompok Sosial, Kelompok Kerja, dan Team
kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang hidup bersama dalam suatu perikatan sosial kultural.
Menurut Soerjono Soekanto : Himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling hubungan diantara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi
Menurut Mayor Polak : Sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah struktur
Menurut Robert K. Merton : Sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.
Menurut Mac Iver & Charles H.Page: Himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, yang bersifat mempengaruhi dan saling menolong
SYARAT-SYARAT KELOMPOK SOSIAL
- Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan
- Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku yang sama
- Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan di antara anggotanya
- Memiliki kepentingan bersama
- Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya
CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
- Merupakan kesatuan yang nyata
- Memiliki struktur sosial
- Memiliki norma-norma
- Memiliki faktor pengikat
- Adanya interaksi dan komunikasi
Faktor pembentuk
-
Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
-
Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.
Bentuk-bentuk kelompok sosial menurut para ahli:
- In Group dan Out Group
Summer membedakan antara in group dan out group. In Group merupakan kelompok social yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in Group. Contoh: Istilah “kita” atau “kami” menunjukkan adanya artikulasi in group, sedangkan “mereka” berartikulasi out group.
- Kelompok primer dan sekunder
Charles Horton Cooley mengemukakan tentang kelompok primer yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antara anggota-anggotanya, kerja sama yang erat dan bersifat pribadi,interaksi sosial dilakukan secara tatap muka (face to face). Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang terdiri dari banyak orang, antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga sifatnya tidak begitu langgeng.
- Gemainschaft dan gesellschaft
Ferdinand Tonnies mengemukakan tentang hubungan antara individu-individu dalam kelompok sosial sebagai Gemainschaft (paguyuban) dan gesellschaft (patembayan). Gemainschaft merupakan bentuk-bentuk kehidupan yang di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat ilmiah, dan kekal. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dll. Gesellschaft (patembayan) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu (yang pendek) atau bersifat kontraktual. Contoh: hubungan perjanjian perdagangan, organisasi formal, organisasi suatu perusahaan, dll.
- Kelompok Formal dan Informal
J.A.A. Van Doorn membedakan kelomok Formal dan Informal. Kelompok Formal mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan mereka, misalnya pemerintah memilih ketua, iuran anggota, dll. Kelompok Informal tidak mempunyai struktur atau organisasi tertentu . Kelompok ini terbentuk karena pertemuan berulang-ulang, misal kelompok dalam belajar.
- Membership group dan reference group
Robert K. Merton membedakan kelompok membership dengan kelompok reference. Kelompok membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota, sedangkan kelompok reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam berperilaku.
Kelompok Kerja vs Team
| No | Pembeda | Kelompok Kerja | Team |
| 1 | Tujuan | Membagi Informasi | Mengkolektifkan Kinerja |
| 2 | Sinergitas | Netral (Terkadang negatif) | Positif |
| 3 | Akuntabilitas | Individual | Individual dan Saling melengkapi |
| 4 | Ketrampilan | Acak dan Bervariasi | Saling Melengkapi |
arin 8:10 am pada Februari 27, 2010 Permalink |
asiiik asiikk ada resumenyaaaa..hahahaa
makasii ka auul
lia27 8:19 am pada Februari 27, 2010 Permalink |
iyeee sama-sama.. jangan lupa dipelajari slide dari bapaknya.. udah dikasih kan ya? =)
Mas kholiq 3:40 am pada Mei 17, 2011 Permalink |
SHIIIEP….